Pertandingan Gila Belanda vs Kosta Rika (4-3)

Seru dan gila! Belanda boleh membombardir pertahanan Kosta Rika nyaris sepanjang laga, namun laga harus diakhiri lewat adu penalti juga. Sampai-sampai Louis van Gaal harus mengganti kiper khusus untuk adu penalti.

Sesungguhnya laga selama 120 menit di Stadion Fonte Nova, Salvador, Minggu (6/7/2014) dinihari WIB, tidak berjalan dengan membosankan kendatipun skor di akhir 120 menit itu hanya 0-0.

Tengok bagaimana FIFA mencatat bahwa Belanda melakukan 69 kali dangerous attack, sementara Kosta Rika 33 kali. Belanda punya 20 attempts sepanjang pertandingan dengan 15 (!) di antaranya tepat sasaran. Sementara, Kosta Rika hanya 6 attempts dengan 3 di antaranya tepat sasaran.

Ada beberapa faktor yang membuat serangan Belanda berkali-kali gagal. Selain buruknya penyelesaian akhir, kesialan lantaran beberapa tendangan pemain mereka menerpa tiang gawang, sampai briliannya Keylor Navas di bawah mistar gawang.

Oleh situs resmi FIFA, Navas tercatat melakukan tujuh buah penyelamatan sepanjang laga. Ini sudah cukup untuk bikin Belanda frustrasi.


Selain itu, disiplinnya barisan pertahanan Kosta Rika juga kerap mematikan serangan Belanda. Barisan bek Kosta Rika berdiri segaris sejajar seperti penggaris, lalu bergerak naik dan turun bersamaan. Ini membuat pemain-pemain Belanda kerap terperangkap offside.

Berapa kali Belanda terjebak offside? 13 kali. Cukup banyak.

Ketika Belanda terus menekan, Kosta Rika sempat mendapatkan beberapa peluang di penghujung babak kedua extra time. Sial buat Kosta Rika, nasib mereka sama saja dengan Belanda. Peluang mereka mentah karena penyelesaian akhir kurang baik dan satu kali gagal karena diblok dengan kaki oleh kiper Belanda, Jasper Cillessen.

Melihat gelagat pertandingan bakal berlanjut ke adu penalti, Louis van Gaal mempersiapkan kiper pengganti, Tim Krul. Krul sudah terlihat bersiap di pinggir lapangan sejak menit ke-111.

Mengganti dan memasukkan pemain non-kiper, yang dipersiapkan sebagai penendang, untuk menghadapi babak adu penalti adalah hal yang lazim. Namun, di sini Van Gaal malah memutuskan untuk mengganti kiper.

Ketika peluit panjang dibunyikan, pelatih Kosta Rika, Luis Pinto, bersorak. Sepertinya dia sudah mengantisipasi hal ini. Ditambah penampilan apik Navas di bawah mistar gawang, Pinto memang layak untuk punya keyakinan.

Tapi, apa yang terjadi? Navas malah tidak satu kali pun memblok penalti pemain Belanda.

Sebaliknya, pergantian Cillessen dan Krul --yang main hanya untuk adu penalti saja-- sukses. Krul tampil sebagai pahlawan setelah memblok tendangan Bryan Ruiz dan Michael Umana. Belanda pun lolos setelah menang 4-3 dan melaju ke semifinal untuk menghadapi Argentina.

"Pergantian pemain itu luar biasa! Jika Anda melihat hal seperti ini, Anda layak untuk memujinya," ujar penyerang Belanda, Robin van Persie, seperti dilansir BBC.
Posted by: Kampoeng Lampion
Kampoeng Lampion, Updated at: July 06, 2014

No comments:

Post a Comment

Pages