Alamat E-mail : neoaugust@ymail.com
Home » , , » Efek kenaikan BBM di daerah terpencil, wong cilik sejati yang tak kenal namanya politik...

Efek kenaikan BBM di daerah terpencil, wong cilik sejati yang tak kenal namanya politik...

Written By Kampoeng LAMPION™ on Kamis, 20 November 2014 | 11:55:00 PM

oleh :

Cerita tentang kami diujung negeri

Saya tinggal di indonesia timur, di tempat yang gak ada mobilnya, ada juga namanya katinting, sampan bermesin menggunakan bensin.

Gak ada pom bensin disini, bensin dipasok dari kota, yang karena biaya perjalanannya sebelum naik harganya sudah 15 ribu.

Juga gak ada listrik. Penerangan menggunakan genset yang lagi alagi menggunakan bensin. Harga 15 ribu saja kami sudah rela bergelap gelapan, tanpa dapat informasi dari luar, apalagi sekarang, 8500 dikota, nanti di kami menjadi 20.000.?

Ironisnya lagi kenaikkan BBM ini tak cuma masalah kendaraan saja, tapi semua bahan kebutuhan. Kami hidup di pulau kecil yang semuanya dipasok dari kota, mulai dari sayur-mayur hingga beras, intinya semua bahan kami beli kecuali pisang dan singkong yang terkadang menjadi makanan pokok kami manakala tak mampu membeli beras. Karena BBM naik, jadi semuanya ikutan naik juga.

Yang semakin membuat ironis, kenaikkan BBM ini tidak diiringi dengan naiknya penghasilan kami. Karena kami disini hanyalah petani pala dan kopra, yang harga keduanya bukannya naik malah turun.

Terimakasih pak Jokowi dan pendukung-pendukung setianya, karena kalian bisa jadi angka putus sekolah disini akan semakin meningkat karena pola pikir disini yang penting makan, sekolah? Makan sj untung. Oh iya sekolah kamipun harus ke kota karena tak ada SMA (
Sekolah Menengah Atas) disini. Alhasil bisa jadi kami masih sekolah tapi hanya sampai SMP (Sekolah Menengah Pertama), selebihnya bekerja menjadi pencari batu mulia untuk mencari makan sesuap nasi.

Terimakasih pak Jokowi dan pendukungnya bagi kami kenaikkan BBM ini bukan hanya cerita tentang berpindah dari bensin ke pertamax, tapi ini cerita tentang masa depan kami, tentang sekolah kami.

Dahulunya kami guru, masih mampu membujuk orangtua mereka untuk tetap menyekolahkan anak mereka ke SMA dikota, tapi sekarang entahlah, mereka orangtua dihadapkan pilihan makan atau sekolah?

Terimakasih pak Jokowi dan pendukungnya. Karena kalian wajah pendidikan yang sedang kami rawat diujung negeri ini semakin suram.

Dan kepada yang terhormat anda yang mampu berpikir sederhana, memberikan solusi berpindah dari bensin ke pertamax. Mari kesini bantu kami guru guru yang sedang mengabdi disini untuk menjelaskan kesederhanaan solusinya kepada para orangtua disini. Agar anak anak yang sedang kami semai impiannya sekarang tetap optimis menatap masa depan.

Dan tentang 3 kartu sakti dari pak Jokowi. Ma'af sekali kami diujung negeri belum menerima kartu ajaib itu, dan entah sampai kapan.

Sekali lagi terimakasih pak Jokowi dan semua pendukung setianya
(Relawan pendidikan sekolah Guru Indonesia dompet dhuafa, desa dagasuli halmahera utara, Maluku Utara) - Rt 07, rw 03, kelurahan Sasa, Kecamatan Kota Ternate selatan, Ternate, Maluku Utara
Share this post :

Posting Komentar